Berikut Sejumlah Letusan Supervolcano Terdahsyat Yang Pernah Menghantui Bumi

Foto: ist

GUNUNG Ruang di Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara yang erupsi sejak tanggal 16 April dan saat ini oleh PVMBG statusnya sudah Level IV(Awas) mengingatkan manusia untuk selalu waspada.

Dalam sejarah dunia terdapat sejumlah letusan gunung berapi yang sangat dahsyat bahkan merenggut ratusan ribu jiwa dan mengubah iklim dunia.

Perlu diketahui, mengukur kekuatan letusan Gunung, menggunakan VEI (Volcanic Explosivity Index).

VEI mengurutkan letusan gunung berapi dari 1 hingga 8, dan setiap VEI berikutnya 10 kali lebih besar dari yang terakhir. Skala 1 sebagai letusan lahar ringan dan 8 sebagai ledakan paling terdahsyat.

Dikutip dari vulkanes.usgs.gov, berikut penjelasan skala VEI 0-8:

  1. Skala 0, erupsi bersifat lelehan, menyemburkan material vulkanik kurang dari 100 meter kubik.
  2. Skala 1, melontarkan material dari 100 meter kubik menjadi 1 kilometer kubik.
  3. Skala 2, material yang terlontar mencapai 1-5 kilometer kubik.
  4. Skala 3, menghasilkan 2-15 kilometer kubik
  5. Pada skala 6 atau kolosal, material yang terlontar mencapai 10 kilometer kubik.
  6. Skala 7 disebut juga super kolosal, letusannya melontarkan material hingga 100 kilometer kubik.
  7. Pada skala VEI 8, daya ledak material yang terlontar mencapai 1000 kilometer kubik. Selain itu, ketinggian letusan lebih dari 20 hingga 25 kilometer (66.000 kaki) di udara.

Berikut beberapa rangkuman letusan gunung berapi yang meletus dan melahirkan bencana kemanusiaan di planet bumi ini dilansir dari livescience.com.

1. Letusan Supervolcano Yellowstone (VEI 8)

Letusan Yellowstone (VEI 8)
Letusan Yellowstone (VEI 8). Foto: iStock Photo

Letusan gunung berapi Yellowstone adalah letusan gunung berapi terbesar di dunia.

Letusannya mencapai skala VEI mencapai 8, yang terjadi kira-kira 640.000 tahun yang lalu.

Sebelumnya juga dengan VEI 8 pernah menghantui wilayah itu pada 2,1 juta tahun lalu, kemudian 1,2 juta tahun lalu.

Clint Pumphrey menulis kepada History: How Stuff Works dalam sebuah artikel berjudul 10 Scare-inducing Moments in History yang terbit pada 25 Oktober 2016(https://nationalgeographic.grid.id).

“Letusan ini melepaskan 585 mil kubik (2.450 kilometer persegi) batuan cair dan menciptakan kaldera berukuran sekitar 60 mil (96,6 kilometer),” ujarnya.

Lanjutnya, lemparan-lemparan vulkanik itu menjadikannya sebagai salah satu dari lima peristiwa vulkanik terbesar dalam sejarah—hampir 6.000 kali lebih besar dari letusan Gunung St. Helens di tahun 1980.

Menurut US Geological Survey, ketiga letusan dahsyat ini mengeluarkan lahar dan abu yang memenuhi Grand Canyon.

Para ilmuwan menemukan bahwa ada gumpalan magma besar di bawah Yellowstone.

Letusan gunung berapi ini juga menciptakan kawah besar berukuran sekitar 48 km kali 72 km.

Saat ini Taman Nasional Yellowstone menjadi tujuan wisata terkenal di Amerika Serikat.

2. Gunung Tambora (VEI 7)

Gunung Tambora (vei 7) - inilah.com
Letusan gunung terbesar di dunia pernah terjadi di Indonesia, yaitu ledakan Gunung Tambora dengan kekuatan VEI 7. Foto: iStock Photo

Gunung Tambora meletus pada april 1815. Letusan gunung yang berada di Sumbawa, Provinsi NTB, Indonesia ini memuntahkan abu 150 km kubik.

Baca juga:  Danrem 131 Santiago Lakukan Trauma Healing dan Serahkan Bantuan Kepada Korban Erupsi Gunung Ruang

Kaldera berdiameter 7 km dengan kedalaman 1,1 km pun terbentuk akibat letusannya.

Pada manusia, dampaknya tidak main-main. Awan panas melahap seluruh wilayah yang ada di dekat gunung tersebut.

Menurut Dr. Ir. Igan Supriatman Sutawidjaja, Ahli Gunung Api dari Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) mengatakan, awan panas yang dihasilkan dari letusan Tambora diperkirakan memiliki suhu 800 derajat Celcius.

Akibat bencana alam ini, sekiranya ada 92.000 nyawa melayang.

3. Huaynaputina (VEI 6)

Huaynaputina (VEI 6), letusan gunung terdahsyat di dunia
Huaynaputina (VEI 6). Foto: Zurich Insurance

Letusan gunung berapi terkuat kedua di dunia adalah Huaynaputina, skala VEI 6. Gunung berapi ini terletak di Peru, Amerika Selatan.

Letusan gunung berapi memuntahkan lumpur 120 kilometer melintasi Samudra Pasifik.

Dampak yang paling dirasakan pascaletusan gunung berapi 1600 tahun lalu adalah terjadinya musim panas yang terdingin dalam 500 tahun terakhir.

Selain itu, bencana ini telah merusak kota Arequipa dan Moguengua, yang baru pulih sepenuhnya setelah lebih dari satu abad kemudian.

4. Gunung Krakatau (VEI 6)

Gunung Krakatau (VEI 6)
Gunung Krakatau (VEI 6). Foto: iStock Photo

Gunung Krakatau meletus pada tahun 1883 dan menimbulkan ledakan besar pada tanggal 26 – 27 April.

Ledakan ini terdengar ribuan mil jauhnya hingga mengeluarkan sejumlah besar batu, abu, dan batu apung.

Ledakan gunung ini bahkan menimbulkan tsunami setinggi sekitar 40 meter.

Korban tewas diperkirakan mencapai 34.000 orang.

Akibat ledakan Krakatau, pulau itu hancur total dan membentuk Anak Krakatau di tengah kaldera yang dihasilkan oleh letusan yang terjadi di tahun 1883 itu.

Kini, Anak Krakatau menjadi gunung berapi aktif di Indonesia.

5. Gunung Api Santa Maria (VEI 6)

Gunung Api Santa Maria (VEI 6)
Gunung Api Santa Maria (VEI 6). Foto: iStock Photo

Letusan Santa Maria yang terjadi di tahun 1902 adalah salah satu letusan terbesar abad ke-20.

Gunung yang terletak di Pasifik Guatemala ini mengeluarkan ledakan dahsyat setelah menjadi gunung berapi tidak aktif selama sekitar 500 tahun.

Letusan ini mengeluarkan gas panas dan bebatuan yang menghancurkan objek di sekitar kaki Gunung Api Santa Maria.

Ledakan tersebut meninggalkan kawah besar selebar hampir satu mil di sisi barat daya gunung, merenggut ratusan nyawa hingga 5.000-an orang yang terbunuh.

6. Ledakan Novarupta (VEI 6)

Ledakan Novarupta (VEI 6)
Ledakan Novarupta (VEI 6). Foto: Wikimedia

Gunung Novarupta adalah salah satu gunung berapi di Semenanjung Alaska, yang merupakan bagian dari Ring of Fire (Cincin Api) di Samudra Pasifik.

Letusan terjadi pada tahun 1912 dan merupakan ledakan vulkanik terbesar di abad ke-20.

Letusan dahsyat itu mengeluarkan 12,5 km magma dan abu ke udara.

Selain itu, abu vulkanik menutupi area seluas 7.800 km persegi.

7. Gunung Pinatubo (VEI 6)

Gunung Pinatubo (VEI 6)
Gunung Pinatubo (VEI 6). Foto: iStock Photo

Salah satu gunung berapi di Luzon, Filipina menyebabkan ledakan besar pada skala VEI-6.

Gunung Pinatubo memuntahkan lebih dari 5 kilometer kubik material ke udara.

Baca juga:  Benny Rhamdani : Pekerja Migran Adalah Pahlawan Devisa

Tak hanya itu, ledakan ini juga menghasilkan abu vulkanik naik hingga 35 kilometer ke udara.

Kemudian abu menumpuk dan jatuh ke seluruh lanskap. Sejumlah rumah rusak akibat hujan abu tersebut.

Diperkirakan letusan dahsyat Gunung Pinatubo juga menyebabkan suhu global turun sebesar 0,5 derajat Celcius akibat jutaan jutaan ton sulfur dioksida dan partikel lainnya menumpuk di udara.

Baca Juga:

7 Fakta Mengerikannya Tsunami Aceh 2004, Salah Satu Tsunami Terbesar di Dunia

8. Pulau Ambrym (VEI 6+)

Pulau Ambrym (VEI 6+)
Pulau Ambrym (VEI 6+). Foto: Cruise Mapper

Republik Vanuatu merupakan negara kecil di Kepulauan Samudra Pasifik.

Salah satu pulau memiliki gunung meletus yang mengeluarkan gelombang panas dan debu vulkanik dengan skala VEI-6 lebih.

Pulau ini memiliki luas 665 km persegi. Ketika terjadi letusan, debu vulkanik melebar sejauh 12 km.

Gunung berapi di pulau Ambrym ini termasuk gunung berapi aktif di dunia.

Terjadi 50 kali letusan sejak 1774. Pada tahun 1894, lahar dari gunung tersebut menewaskan 6 orang.

Kemudian pada tahun 1979 terjadi hujan asam yang menyembur dari gunung tersebut.

9. Gunung Api Ilopango (VEI 6+)

Gunung Api Ilopango (VEI 6+)
Ledakkan gunung paling besar juga pernah terjadi di kota El Savador. Foto: iStock Photo

Gunung Ilopango telah mengalami dua letusan dahsyat.

Akibatnya, letusan itu menutupi sebagian besar kota El Salvador tengah dan barat dengan batu apung dan abu, menghancurkan kota-kota Suku Maya sehingga memaksa penduduk untuk mengungsi ke tempat lain.

Selain itu, letusan gunung berapi mengganggu pusat perdagangan.

Belakangan, pusat peradaban Maya berubah menjadi dataran rendah utara dan Guatemala.

Sebelumnya, pusat peradaban suku Maya berada di dataran tinggi El Salvador.

10. Gunung Thera (VEI 7)

Gunung Thera (VEI 7)
Gunung Thera (VEI 7). Foto: iStock Photo

Pulau Santorini adalah bagian dari pulau vulkanik di Yunani dan merupakan lokasi dari Gunung Thera.

Awalnya pulau itu menjadi peradaban bangsa Minoa. Namun, warga mengungsi saat gunung berapi akan meletus.

Gunung Thera meletus sekitar tahun 1610 SM. Diperkirakan letusan Gunung Thera menyebabkan penurunan suhu yang mengubah iklim Bumi.

Ahli geologi percaya bahwa gunung berapi Thera di Kepulauan Aegean meletus dalam sepersekian detik dengan energi beberapa ratus bom atom.

Meskipun tidak ada catatan tertulis tentang letusan tersebut, para ahli geologi percaya bahwa ini bisa menjadi ledakan terkuat yang pernah ada.(*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *