Peran Yesus Sebagai Gembala adalah Peran yang Sulit

Pastor Paulus Salabia, Pr

Tahuna, MANADOPOST.COM – Pastor paroki Santo Yohanes Rasul Tahuna Paulus Salbia Pr dalam homilinya menyentil peran Yesus sebagai gembala adalah suatu peran yang sulit.

“Bacaan injil hari ini berbicara tentang relasi gembala dengan domba-dombanya dan bisa di lukiskan tentang bagaimana sang gembala bertanggung jawab bahkan mempertaruhkan hidupnya demi kehidupan dan keselamatan domba-dombanya,” ujarnya di hadapan umat Stasi Hati Kudus Yesus Bahoi.

Sang gembala utama ini yaitu Yesus Kristus lanjut Salabia, mengajak kita semua untuk mengambil bagian dalam tugas kegembalaannya.

“Kita percaya bahwa setelah Yesus naik ke surga Yesus tidak meninggalkan kita ia tetap ada bersama kita lewat wujud roh yang di tampilkan oleh para pemimpinnya oleh mereka secara khusus di pilih Tuhan untuk menjadi tanda kehadirannya yakni para uskup, imam, biarawan-biarawati dan rasul-rasul awam di mana secara khusus mau meninggalkan segalanya untuk mengikuti Yesus dan sekaligus juga menjalankan tugas kegembalaannya kepada umat beriman,” jelasnya.

Jadi sebagai umat beriman lanjutnya, berkat sakramen baptis kita di angkat untuk mengambil bagian dalam tugas Imamat Kristus.

“Kita tahu bersama ada tiga tugas imamat Kristus yaitu menjadi guru dalam rangka mengajar, menjadi imam dalam rangka mempersembahkan atau menguduskan serta menjadi raja atau gembala dalam rangka menuntun para umatnya,” katanya.

Selain itu, menarik bagi kita bahwa Yesus menyebut dirinya sebagai gembala bukan sebagai upahan. Menjadi gembala seperti Yesus adalah peran yang sangat sulit apalagi harus mengorbankan hidup untuk menjadi tebusan bagi banyak orang.

“Karena itu peran-peran yang kita ambil sebagai seorang upahan di mana kita atas cara tertentu kita memperhitungkan untung ruginya bagi suatu karya, untung ruginya bagi suatu pelayanan,” sebut Salabia.

Tidak hanya itu, dalam kehidupan konkrit itulah yang terjadi namun hal ini harus kita akui sebagai manusia punya keterbatasan dan kekurangan jadi peran seperti Yesus tadi adalah hal sangat sulit. Apa yang harus kita buat atau apa yang boleh kita buat dalam kehidupan nyata ini baik sebagai gembala di tengah keluarga, gembala di tengah-tengah wilayah Rohani, Stasi dan di tengah masyarakat.

“Kita harus melihat sebetulnya apa artinya diriku bagi orang lain, apakah diriku berguna bagi orang lain. Jadi apa yang harus kita buat menjadikan dirinya sebagai pribadi yang senantiasa di butuhkan karena itu juga kita menciptakan kerinduan orang lain mengaharapkan diriku di rindukan orang lain maka dalam kita harus ada satu gerakan ada satu upaya untuk membuat yang terbaik bagi keluarga, bagi wilayah Rohani, stasi dan masyarakat,” ajaknya.

“Yesus mengingatkan kita jadilah gembala yang baik bagi siapa saja yang kita jumpai di tengah-tengah kehidupan bersama,” pesan Pastor Paroki Minggu (21/04/2024).

(RikoTakaonselang)

Baca juga:  Rita Tamuntuan Dukung UMKM Sulut: Kerajinan Tangan Telah Menjadi Tren

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *